PENGERTIAN DARI :
a.
marketing mix
adalah menjalankan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya
kegiatan ini dilakukan secara bersama (gabungan) di antara elemen-elemen yang
ada dalam marketing mix itu sendiri. Karena dalam konsepnya, setiap elemen
pemasaran tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tanpa didukung oleh elemen
lainnya.
b.
SWOT
adalah metode perencanaan
strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths),
kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, dan threats).
c. Franchising atau waralaba
adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa
maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud
dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak
memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan
dari cirri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan
berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka
penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Sedangkan menurut Asosiasi
Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba ialah: Suatu system
pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik mereka
(franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan
bisnis dengan merek, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang telah
ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
d. Price
atau harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu
perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan
diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
e. Market atau pasar adalah tempat
terjadinya penawaran dan permintaan antara penjual yang ingin menukarkan
barang-barangnya dengan uang dan pembeli yang ingin menukarkan uangnya dengan
barang atau jasa.
PERBEDAAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN
ORIENTASI PASAR DAN YANG TIDAK MELAKUKAN ORIENTASI PASAR
a. Perusahaan
yang melakukan orientasi pasar
1. Perusahaan
yang menerapkan orientasi pasar memiliki kelebihan dalam hal pengetahuan pelanggan dan kelebihan ini dapat dijadikan sebagai sumber untuk menciptakan
produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
2. Perusahaan dengan orientasi pasar berusaha untuk
memberikan nilai pelanggan yang lebih daripada penawaran pesaing.
3. Perusahaan dengan orientasi pasar sebagai budaya organisasi yang paling
efektif dalam menciptakan perilaku penting untuk penciptaan nilai unggul bagi
pembeli serta kinerja dalam bisnis.
4. Perusahaan dengan orientasi pasar sebagai suatu proses dan aktivitas yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemuasan pelanggan dengan cara terus menilai kebutuhan dan
keinginan pelanggan. Penerapan orientasi pasar akan membawa peningkatan kinerja
bagi perusahaan tersebut.
5.Perusahaan dengan orientasi pasar sangat efektif dan
efisien untuk menciptakan perilaku-perilaku yang dapat menghasilkan suatu yang
terbaik bagi pembeli serta menghasilkan kinerja yang superior bagi perusahaan.
b.
Perusahaan
yang tidak melakukan orientasi pasar
1. Perusahaan
tidak memiliki pengetahuan yang lebih
untuk menciptakan produk sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen.
2. Perusahaan
lebih fokus kepada pesaing bukan konsumen.
3. Perusahaan
tidak menciptakan nilai yang unggul dalam produksinya.
4. Kinerja
perusahaan tidak akan meningkat.
5. Tidak
efektif dan efisien dalam proses produksinya.
YANG LEBIH BERHASIL PERUSAHAAN YANG
MELAKUKAN ORIENTASI PASAR ATAU YANG TIDAK MELAKUKAN ORIENTASI PASAR
perusahaan
yang melakukan orientasi pasar akan lebih berhasil dan sukses dibandingkan
perusahaan yang tidak melakukan orientasi pasar, karena perusahaan yang
melakukan orientasi pasar tidak hanya melihat siapa pesaing tetapi juga dapat
melihat kebutuhan konsumen secara tepat dan bersamaan. Perusahaan yang menerapkan orientasi pasar memiliki
kelebihan dalam hal pengetahuan pelanggan dan kelebihan ini dapat dijadikan
sebagai sumber untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan pelanggan atau konsumen. Jadi orientasi pasar
merupakan suatu keharusan dan jadikanlah sebagai budaya untuk menjadi keunggulan daya saing perusahaan. Oleh karena
itu perusahaan yang mampu berhasil dalam bisnisnya adalah perusahaan yang
mengacu kepada strategi orientasi pasar.
CONTOH FRANCHISING LOKAL DAN FRANCHISING
ASING
a.
Franchising
lokal
1.
Ayam Bakar Wong Solo
2. Papa Ronz
Pizza
3. Es Teler 77
4. Lemonde
5. Shop &
Drive
6. Salemba
7. Londre
8. Indomart
9. Alfamart
10. Sabana
11. CFC
12. Tahu Jelotot
13. Holland
Bakery
b.
Franchising
asing
1.
Fast Food ; KFC, Texas Fried Chicken, Mc.
Donald, A & W, Wendyis.
2.
Restaurant/ cafe/ bar : Red
Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Cafe, Hard
Rock.
3. Pizza/ es krim/ Youghurt/donut : Pizza
Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens,
Yogen Fruzz.
4.
Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola,
Gatorade.
http://pengertian-isp.blogspot.com/2015/04/pengertian-marketing-mix-marketing-pemasaran.html ( 3 Desember )
https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT ( 3 Desember )
https://kamusekonomi.com/pengertian-market/
( 3 Desember )
http://e-journal.uajy.ac.id/8993/1/JURNALEM18862.pdf ( 3 Desember )
a