Senin, 03 Desember 2018

FRANCHISING DAN PERUSAHAAN DALAM ORIENTASI PASAR


PENGERTIAN DARI :
a.      marketing mix adalah menjalankan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersama (gabungan) di antara elemen-elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Karena dalam konsepnya, setiap elemen pemasaran tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tanpa didukung oleh elemen lainnya.
b.  SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
c.  Franchising atau waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan dari cirri khas usaha  yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba ialah: Suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik mereka (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
d.   Price atau harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
e.    Market atau pasar adalah tempat terjadinya penawaran dan permintaan antara penjual yang ingin menukarkan barang-barangnya dengan uang dan pembeli yang ingin menukarkan uangnya dengan barang atau jasa.

PERBEDAAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN ORIENTASI PASAR DAN YANG TIDAK MELAKUKAN ORIENTASI PASAR
                  a.    Perusahaan yang melakukan orientasi pasar
1. Perusahaan yang menerapkan orientasi pasar memiliki kelebihan dalam hal pengetahuan pelanggan dan kelebihan ini dapat dijadikan sebagai sumber untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
2. Perusahaan dengan orientasi pasar berusaha untuk memberikan nilai pelanggan yang lebih daripada penawaran pesaing.
3. Perusahaan dengan orientasi pasar sebagai budaya organisasi yang paling efektif dalam menciptakan perilaku penting untuk penciptaan nilai unggul bagi pembeli serta kinerja dalam bisnis.
4. Perusahaan dengan orientasi pasar sebagai suatu proses dan aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan dan pemuasan pelanggan dengan cara terus menilai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Penerapan orientasi pasar akan membawa peningkatan kinerja bagi perusahaan tersebut.
5.Perusahaan dengan orientasi pasar sangat efektif dan efisien untuk menciptakan perilaku-perilaku yang dapat menghasilkan suatu yang terbaik bagi pembeli serta menghasilkan kinerja yang superior bagi perusahaan.

b.      Perusahaan yang tidak melakukan orientasi pasar
1.      Perusahaan  tidak memiliki pengetahuan yang lebih untuk menciptakan produk sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen.
2.      Perusahaan lebih fokus kepada pesaing bukan konsumen.
3.      Perusahaan tidak menciptakan nilai yang unggul dalam produksinya.
4.      Kinerja perusahaan tidak akan meningkat.
5.      Tidak efektif dan efisien dalam proses produksinya.

YANG LEBIH BERHASIL PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN ORIENTASI PASAR ATAU YANG TIDAK MELAKUKAN ORIENTASI PASAR
perusahaan yang melakukan orientasi pasar akan lebih berhasil dan sukses dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan orientasi pasar, karena perusahaan yang melakukan orientasi pasar tidak hanya melihat siapa pesaing tetapi juga dapat melihat kebutuhan konsumen secara tepat dan bersamaan. Perusahaan yang menerapkan orientasi pasar memiliki kelebihan dalam hal pengetahuan pelanggan dan kelebihan ini dapat dijadikan sebagai sumber untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Jadi orientasi pasar merupakan suatu keharusan dan jadikanlah sebagai budaya untuk menjadi  keunggulan daya saing perusahaan. Oleh karena itu perusahaan yang mampu berhasil dalam bisnisnya adalah perusahaan yang mengacu kepada strategi orientasi pasar.

CONTOH FRANCHISING LOKAL DAN FRANCHISING ASING
a.      Franchising lokal
1.      Ayam Bakar Wong Solo
2.      Papa Ronz Pizza
3.      Es Teler 77
4.      Lemonde
5.      Shop & Drive
6.      Salemba
7.      Londre
8.      Indomart
9.      Alfamart
10.  Sabana
11.  CFC
12.  Tahu Jelotot
13.  Holland Bakery
b.      Franchising asing
1.      Fast Food ; KFC, Texas Fried Chicken, Mc. Donald, A & W, Wendyis.  
2.     Restaurant/ cafe/ bar : Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Cafe, Hard Rock. 
3.   Pizza/ es krim/ Youghurt/donut : Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz.
4.    Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola, Gatorade.







a      

ANALISIS DAN DESAIN JABATAN

  A.      Pengertian Analisis dan Desain Jabatan Analisis jabatan atau job analysis and design adalah sebuah proses mempelajari pola-pola ...