Inflasi
Inflasi merupakan
suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue)
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara
lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang
memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya
ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan
proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah
proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya,
tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi
adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika
proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling
pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk
mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat
sebagai penyebab meningkatnya harga.
Revaluasi
Revaluasi adalah
kebijakan pemerintah untuk menaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap
valuta asing.
Devisa
Umum
Devisa umum
adalah transaksi jual beli suatu mata uang asing terhadap IDR, atau terhadap
mata uang lainnya, dalam bentuk devisa umum (non tunai).
Valuta
Asing
valuta asing
merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang
suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang
melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara
berkesinambungan.
Inflasi
Tidak Selalu Merugikan
Inflasi
merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus
(continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai
faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas
di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga
akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Tetapi inflasi memiliki dampak
positif dan negative itu tergantung
parah atau tidaknya. Karna inflasi dibagi menjadi 4 inflasi yaitu :
1. Inflasi
ringan
2. Inflasi
sedang
3. Inflasi
berat
4. hiperinflasi.
Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai
pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu
meningkatkan pendapatan nasional dan mendorong orang untuk investasi.
Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu ketika terjadi inflasi tak
terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau yang mengakibatkan berkurangnya
investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman
modal yang bersifat spekulatif , ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca
pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan tapi bagaimana inflasi itu terjadi
karna ada beberapa tingkatan inflasinya.
5
Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Dalam Perekonomian Suatu Negara
1. Suku
Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam
menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari
pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor
untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan
investasi.
2. Pendapatan
nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk
tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita
merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli
masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional
per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah
tersebut untuk berinvestasi.
3. Kondisi
sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi
sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan
lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain :
jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain.
Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun
nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari
utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
4.
Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat
penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar
biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi
pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi
pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang
membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha
dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5. Kualitas
sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan
daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang
dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut
menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Garis
Kemiskinan
Garis
kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi
untuk memperoleh standar hidup yang
mencukupi di suatu negara.
Faktor Penyebab Dan Dampak Kemiskinan Di Indonesia
Faktor penyebab kemiskinan :
1. Laju Pertumbuhan Penduduk
Angka
kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk suatu negara
menjadi besar. Bila laju pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan
ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan angka kemiskinan akan semakin
meningkat di suatu negara.
2. Angka Pengangguran Tinggi
Lapangan
kerja yang terbatas menyebabkan angka pengangguran di suatu negara menjadi
tinggi. Semakin banyak pengangguran maka angka kemiskinan juga akan meningkat.
Peningkatan
angka pengangguran juga dapat menimbulkan masalah lain yang meresahkan
masyarakat. Misalnya munculnya pelaku tindak kejahatan, pengemis, dan
lain-lain.
3. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Masyarakat
yang tingkat pendidikannya rendah cenderung tidak memiliki keterampilan,
wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga mereka tidak bisa bersaing
dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi di dunia kerja maupun dunia
usaha. Hal ini kemudian membuat angka pengangguran dan kemiskinan menjadi
bertambah.
4. Bencana Alam
Bencana alam
merupakan faktor penyebab kemiskinan yang tidak dapat dicegah karena berasal
dari alam. Bencana alam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain-lain,
akan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur maupun psikologis.
Peristiwa
bencana alam yang besar dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan
karena kehilangan harta.
5. Distribusi yang Tidak Merata
Ketidaksamaan
pola kepemilikian sumber daya akan menimbulkan ketimpangan dalam distribusi
pendapatan. Pada umumnya, masyarakat yang hanya memiliki sumber daya terbatas
dan berkualitas rendah berada di bawah garis kemiskinan.
Dampak kemiskinan
:
1.
Kriminalitas Meningkat
Kemiskinan
seringkali dikaitkan dengan kriminalitas. Bukan tanpa sebab, karena masyarakat
miskin cenderung melakukan apa saja untuk memenuhi kebuhtuhan hidup mereka,
termasuk melakukan kriminalitas. Beberapa bentuk kriminalitas tersebut
yaitu pencurian, perampokan, begal, penipuan, bahkan pembunuhan.
2.
Angka Kematian yang Tinggi
Masyarakat
yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya tidak mendapatkan akses kesehatan
yang memadai. Hal ini menyebabkan tingginya angka kematian pada masyarakat
miskin. Selain
itu, gizi yang buruk juga merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat
miskin. Asupan gizi yang kurang menyebabkan kesehatan dan perkembangan fisik
masyarakat miskin sangat buruk.
3.
Akses Pendidikan Tertutup
Biaya
pendidikan yang cukup tinggi mengakibatkan masyarakat miskin tidak dapat
menjangkau dunia pendidikan. Hal ini semakin memperburuk situasi masyarakat
yang kekurangan karena kurangnya pendidikan membuat mereka tidak bisa bersaing
dan tidak bisa bangkit dari keterpurukan.
4.
Pengangguran Semakin Banyak
Masyarakat
miskin yang tidak mendapatkan akses pendidikan akan sulit bersaing di dunia
kerja maupun usaha. Hal ini kemudian akan menyebabkan pengangguran semakin
meningkat.
5.
Munculnya Konflik di Masyarakat
Rasa
kecewa dan ketidakpuasan masyarakat miskin biasanya dilampiaskan dengan
berbagai tindakan anarkis. Bahkan seringkali konflik bernuansa SARA timbul di
masyarakat sebagai cara pelampiasan kekecewaan masyarakat miskin.
http://sholikhudin-arif.blogspot.com/2013/03/pengertian-inflasi-deflasi-devaluasi.html ( 23 April 2019 )
https://brainly.co.id/tugas/4120410 ( 23 April 2019 )
https://brainly.co.id/tugas/1428538 ( 23 April 2019 )
https://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi (23 April 2019 )
https://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan ( 23 April 2019 )
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan ( 23 April 2019 )
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-kemiskinan.html ( 23 April 2019 )