MAKSUD DARI MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen
produksi merupakan salah satu bagian di bidang manajemen yang mempunyai peran
dalam mengkoordinasikan kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan
ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk
mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang
direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan
keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan
organisasi atau perusahaan.
KEGIATAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
YANG MEMIKIRKAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN MENGURANGI EFEK POLUSI
Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan
yang berifat prefentive dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus
menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi
resiko terhadap manusia dan lingkungan (UNEP, 2003).
Prinsip pokok dalam produksi bersih antara lain:
- Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku dan energi serta menghindari penggunaan bahan baku yang berpotensi untuk menghasilkan limbah berbahaya.
- Melakukan perubahan pada pola produksi dan konsumsi sesuai dengan daur hidup produk.
- Menerapkan pola manajemen meliputi pola pikir, sikap dan tingkah laku di tingkat industri maupun pemerintah.
- Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan dan SOP sesuai aturan yang berlaku.
Penerapan produksi bersih dapat dilakukan dalam lima
bagian yaitu Good house-keeping, perubahan material input, perubahan
teknologi, perubahan produk, dan on-site reuse. Kelima bagian tersebut
secara langsung akan berpengaruh kepada proses produksi di industri mancakup
peningkatan efisiensi dan efektivitas pemakaian sumberdaya dan mengurangi
penggunaan bahan berbahaya sehingga limbah dan polusi yang dihasilkan bisa
diminimalkan. Produksi bersih juga dapat dijelaskan secara ringkas sebagai
metode reduce, reuse, dan recycle.
VARIABEL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN OLEH
PENGUSAHA UNTUK MEMILIH LOKASI PABRIK
1. Tenaga Kerja
Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh
perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan
harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan
dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
2. Ketersediaan
Bahan Baku
Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk
menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan
semaking menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
3. Letak Pasar
atau Konsumen yang Dituju
Untuk produsen barang kebutuhan sehari-hari akan
sangat menguntungkan jika berada tidak jauh dari target market yang dibidik.
Biaya dapat dipangkas dari cost pengiriman produk atau barang.
4. Sarana dan
Prasarana
Pastikan hal-hal mendasar yang menunjang kegiatan
bisnis dapat tersebia secara terus-menerus seperti listrik, air, jalan,
transportasi, perumahan, dan lain sebagainya
5. Faktor
Eksternal
Kondisi sosial budaya, hukum, iklim, dan lain-lain
yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan nantinya.Variabel itu penting,
karena untuk menentukan keberhasilan perusahaan hubungannya dengan biaya
operasi, harga jual, serta kemampuan perusahaan untuk. bersaing di pasar.
1.
Pemilik perusahaan, memerlukan informasi akuntansi
pada waktu-waktu tertentu untuk mengetahui
posisi keuangan perusahaannya. Dengan demikian, pemilik dapat
mengetahui perkembangan perusahaannya sehingga dapat mengambil keputusan
ekonomi pada masa mendatang. Adapun bagi pemilik
saham, informasi akuntansi dapat digunakan untuk menilai
prestasi manajemenperusahaan.
2. Kreditur, memerlukan informasi akuntansi
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya.
Dari informasi keuangan yang ada, kreditur dapat memutuskan
apakah akan menambah pinjamannya, menangguhkan pinjaman berikutnya, atau bahkan
menarik pinjamannya yang telah diberikan pada suatu perusahaan.
3. Manajer, membutuhkan data
dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan
perusahaan secara akurat. Selain itu juga
mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan
berjalan dengan tertib dan teratur.
4. Pemerintah, berkepentingan
terhadap informasi akuntansi suatu perusahaan berkaitan dengan
masalah perpajakan. Dari laporan keuangan yang ada, pemerintah dapat
menentukan jumlah pajak yang harus dibayar dan penetapan kebijakan lainnya.
PENTINGNYA LAPORAN AKUNTANSI DALAM FUNGSI MANAJEMEN
SEBUAH PERUSAHAAN
laporan
akuntansi dalam fungsi manajemen sebuah perusahaan itu sangat penting karena
dalam laporan akuntansi dapat mengetahui informasi keuangan untuk kepentingan
manajemen atau pihak internal perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Informasi
tersebut dibutuhkan manajemen sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan
dan menilai hasil yang telah dicapai hasil kinerjannya tersebut, untuk mengetahui
apakah kinerja yang telah dilakukan atau dikerjakan telah berhasil mencapai
tujuan perusahaannya. Dalam laporan akuntansi fungsi manajemen juga dapat
mengukur dan melaporkan informasi keuangan yang telah dipakai untuk kepentingan
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan yang sistematis.