Senin, 26 November 2018

MANAJEMEN PRODUKSI DAN LAPORAN AKUNTANSI


MAKSUD DARI MANAJEMEN PRODUKSI

Manajemen produksi merupakan salah satu bagian di bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengkoordinasikan kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

KEGIATAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI YANG MEMIKIRKAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN MENGURANGI EFEK POLUSI

Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang berifat prefentive dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan (UNEP, 2003).
Prinsip pokok dalam produksi bersih antara lain:
  1. Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku dan energi serta menghindari penggunaan bahan baku yang berpotensi untuk menghasilkan limbah berbahaya.
  2. Melakukan perubahan pada pola produksi dan konsumsi sesuai dengan daur hidup produk.
  3. Menerapkan pola manajemen meliputi pola pikir, sikap dan tingkah laku di tingkat industri maupun pemerintah.
  4. Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan dan SOP sesuai aturan yang berlaku.
Penerapan produksi bersih dapat dilakukan dalam lima bagian yaitu Good house-keeping, perubahan material input, perubahan teknologi, perubahan produk, dan on-site reuse. Kelima bagian tersebut secara langsung akan berpengaruh kepada proses produksi di industri mancakup peningkatan efisiensi dan efektivitas pemakaian sumberdaya dan mengurangi penggunaan bahan berbahaya sehingga limbah dan polusi yang dihasilkan bisa diminimalkan. Produksi bersih juga dapat dijelaskan secara ringkas sebagai metode reduce, reuse, dan recycle.


   VARIABEL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN OLEH PENGUSAHA UNTUK MEMILIH LOKASI PABRIK

1.      Tenaga Kerja
Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
2.      Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan semaking menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
3.      Letak Pasar atau Konsumen yang Dituju
Untuk produsen barang kebutuhan sehari-hari akan sangat menguntungkan jika berada tidak jauh dari target market yang dibidik. Biaya dapat dipangkas dari cost pengiriman produk atau barang.
4.      Sarana dan Prasarana
Pastikan hal-hal mendasar yang menunjang kegiatan bisnis dapat tersebia secara terus-menerus seperti listrik, air, jalan, transportasi, perumahan, dan lain sebagainya
5.      Faktor Eksternal
Kondisi sosial budaya, hukum, iklim, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan nantinya.Variabel itu penting, karena untuk menentukan keberhasilan perusahaan hubungannya dengan biaya operasi, harga jual, serta kemampuan perusahaan untuk. bersaing di pasar.

INFORMASI YANG DAPAT DIAMBIL DARI LAPORAN AKUNTANSI BAIK PEMILIK PERUSAHAAN,KREDITUR,MANAJER DAN PEMERINTAH

1.     Pemilik perusahaan, memerlukan informasi akuntansi pada waktu-waktu tertentu untuk mengetahui posisi keuangan perusahaannya. Dengan demikian, pemilik dapat mengetahui perkembangan perusahaannya sehingga dapat mengambil keputusan ekonomi pada masa mendatang. Adapun bagi pemilik saham, informasi akuntansi dapat digunakan untuk menilai prestasi manajemenperusahaan.
2.    Kreditur, memerlukan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Dari informasi keuangan yang ada, kreditur dapat memutuskan apakah akan menambah pinjamannya, menangguhkan pinjaman berikutnya, atau bahkan menarik pinjamannya yang telah diberikan pada suatu perusahaan.
3.  Manajer, membutuhkan data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat. Selain itu juga mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur.
4.   Pemerintah, berkepentingan terhadap informasi akuntansi suatu perusahaan berkaitan dengan masalah perpajakan. Dari laporan keuangan yang ada, pemerintah dapat menentukan jumlah pajak yang harus dibayar dan penetapan kebijakan lainnya.

PENTINGNYA LAPORAN AKUNTANSI DALAM FUNGSI MANAJEMEN SEBUAH PERUSAHAAN
laporan akuntansi dalam fungsi manajemen sebuah perusahaan itu sangat penting karena dalam laporan akuntansi dapat mengetahui informasi keuangan untuk kepentingan manajemen atau pihak internal perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Informasi tersebut dibutuhkan manajemen sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan menilai hasil yang telah dicapai hasil kinerjannya tersebut, untuk mengetahui apakah kinerja yang telah dilakukan atau dikerjakan telah berhasil mencapai tujuan perusahaannya. Dalam laporan akuntansi fungsi manajemen juga dapat mengukur dan melaporkan informasi keuangan yang telah dipakai untuk kepentingan perusahaan dalam bentuk laporan keuangan yang sistematis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANALISIS DAN DESAIN JABATAN

  A.      Pengertian Analisis dan Desain Jabatan Analisis jabatan atau job analysis and design adalah sebuah proses mempelajari pola-pola ...